Skip to main content

Proyek Penerjemahan Dokumentasi openSUSE

Mengingat pengguna openSUSE di Indonesia yang semakin lama semakin banyak jumlahnya, Andi Sugandi, Ketua openSUSE-Indonesia, dan saya terlibat dalam suatu diskusi kecil melalui email dan twitter untuk coba mengangkat kemungkinan menterjemahkan dokumentasi openSUSE ke dalam Bahasa Indonesia. Secara infrastruktur pihak openSUSE, melalui Frank Sundermeyer sebagai dokumenter openSUSE juga sudah menyediakan fasilitas svn untuk proyek ini dalam server svn mereka.

Tentu saja saya membutukan banyak bantuan dan kontribusi dari rekan-reakan sekalian. Jadi sekiranya anda menguasai Bahasa Inggris setidaknya pasif, ada keinginan untuk berkontribusi, punya waktu, dan komitmen memajukan openSUSE di Indonesia, maka anda bisa bergabung ke dalam tim ini. Mengenai hal teknis, bagaimana cara penerjemahannya, bagaimana pembagian kerjanya, tools apa yang dipakai nanti akan kita jelaskan melalui online meeting melalui IRC dan tulisan di blog setelah ada rekan-rekan yang tertarik terlibat. Anda tidak perlu punya pengalaman lain selain hal yang disebutkan di atas untuk dapat bergabung ke dalam proyek ini. Tentu saja kalau anda pengguna openSUSE dan biasa menggunakan emacs, vim atau jedit tentu akan menjadi nilai lebih.

Perlu ditegaskan di sini tidak ada imbalan materi apapun yang akan anda perloleh dalam proyek ini, jadi anda akan bekerja berdasarkan kesadaran bahwa anda membagikan kebahagiaan menggunakan openSUSE kepada orang lain. Tentu saja kami akan memberikan kredit dan menuliskan nama anda dalam tim penerjemah pada dokumen yang dibuat.

Jika berminat segera daftarkan diri anda melalui email ke andisugandi@opensuse.org dan cc ke medwin@opensuse.org, dengan subyek : tim penerjemah dokumentasi openSUSE dan mencantumkan nama, umur, lokasi/tempat tinggal, YM, irc nick/cloack, twitter,
Kami tunggu partisipasi anda semua.

Have a lot of fun

Comments

Popular posts from this blog

openSUSE.Asia Summit 2017

openSUSE.Asia Summit 2017 was held at University of Electro Communication (UEC) Chofu Tokyo on October 20-22, 2017. Japan is an advance developed country. Tokyo is a big city that can be compared with other major big cities in the world. While it is not the first time for me to go to Tokyo, I was so excited when the committee approved my talk, and openSUSE, as always, give me TSP to come to the event.


During the preparation we have  online meeting every week since February 15, 2017. I was so happy to help the preparation of this yearly openSUSE Summit for Asia Region. Indonesia community also contribute to provide the online voting for the logo contest this year through the voting site.

On the midnight on October 17, 2017 together with my friend Estu Fardani, I went to Tokyo.

It was 7 hours long flight. While almost half of the flight was so bumpy because the initiation of Lan Cyclone, in the morning of October 18, 2017 I enjoyed the clear sky with the golden hour in Japan air around…

LibreOffice Conference Indonesia 2018

In early 2018 I got a news from community that LibreOffice Indonesian Community will held a conference in Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS) on March 23-25, 2018. I discussed with some member of openSUSE Indonesia community and we're willing to give our hands and also to open openSUSE booth on that event. I sent the proposal to Douglas De Maio from openSUSE and he agree to give some donation for the event.

On March 1st, I received some marketing material from openSUSE that we can put on our booth and distribute to the conference participant. Thanks openSUSE!


LibreOffice Conference Indonesia (LOCI) 2018 is the first LibreOffice Conference in Indonesia so as a user of Libre Office  since a long time I'm so excited to attend this conference.
On early morning March 23, 2018 I took the flight flying through the golden hour to Surabaya. It was still 6.00 o'clock in the morning and I'm very surprised that Darian, the local committee of LOCI 2018,…

Heartbeat dan DRBD

Dalam sebuah implementasi saya harus mengganti implementasi vrrpd (virtual router redundancy protocol) dengan heartbeat+drbd disebabkan adanya penambahan database dalam server yang digunakan. Service awal pada mesin ini hanyalah web server statis, named dan dhcpd yang relatif statis dan file-filenya saya sinkronisasi dengan rsync. Tetapi dengan adanya penambahan database (mysql) dibutuhkan sebuah mekanisme dimana data yang disimpan dalam satu mesin primary dapat secara langsung ditulis juga ke mesin backup. Untuk hal yang terakhir ini vrrpd saja tidak mencukupi karenanya saya harus mengganti vrrpd dengan heartbeat (baca hartbit, bukan hertbet :-) )sedangkan untuk menjamin mekanisme clusternya saya menggunakan drbd.

Implementasi heartbeat saja sangatlah mudah. Cukup mendownload, mengkompilasi dan mengkonfigurasi tiga buah file /etc/ha.d/ha.cf, /etc/ha.d/authkeys dan /etc/ha.d/haresources. Untuk drbd bisa download tarball dan jangan lupa untuk membaca dokumentasinya, karena drbd harus d…