Skip to main content

Posts

Asterisk 1.6.1 on openSUSE 11.1 (Part 2)

In this second part I will explain step-by-step configuration to use our appliance to build an Asterisk PABX server. Without further ado, here is the list: Install the Digium card on the PCI slot Install our appliance. You can also use any linux distribution, download asterisk from its website and install it. There are several softwares I forget when I made the appliance, it is not the mandatory (dependencies) but they are useful when we want to use asterisk optimally. They are: mpg123, sox, libmad, and festival. The easiest way to install it in openSUSE is using zypper. Check it first where they reside in repositories and add the repositories accordingly. mpg123 and sox are in the packman repositoriy, libmad in OBS (please check with webpin) and festival in oss. Then as root run: "zypper install mpg123 sox libmad0 festival". It is always useful to update your installation to update repository, to make sure that all the security update is up to date. Download the ...

Asterisk 1.6.1 on openSUSE 11.1 (Part 1)

In several articles from this one, I will share some of my experience in preparing emergency operation center for disaster management in Indonesia. One of the software we implement in this project is Asterisk. I use Asterisk 1.6.1.5 from openSUSE repository. Actually I built a custom 64 bit appliance using KDE 4.3 from factory repositories through SUSE Studio and took Asterisk from openSUSE Build Service repositories. Well, it was a couple years ago (by the time I submit this post), but I believe it still useful for anyone learning Asterisk :-) I also used DAHDI (Digium Asterisk Hardware Device Interface), but during the implementation I have a problem with Indonesia PSTN telephone signaling so I should download dahdi trunk version from digium subversion server to make the digium card works. Here are the hardware I use: 2 HP tower based server with 8 GB memory (it is overkill actually, but the owner insist it) running in high availability. See the pictures here and here . 10 PS...

Ini Adalah Sebuah Proses

Setelah sekian lama tidak menulis, saya beranikan untuk menulis lagi walau kali ini mungkin tulisan saya terkesan berkeluh kesah :-) Saya memang menghindari menulis di blog ini selama beberapa waktu, terakhir sekitar bulan Maret 2011 saat openSUSE 11.4 dirilis. Sekarang 12.1 sudah rilis ya kemarin. Kudos to all. Ya memang ada beberapa perubahan mendasar seperti systemd, silakan dibaca-baca dulu dari sumber-sumber di internet apa sih systemd itu ( just search in google, o iya thanks to Lennart Poettering and Kay Sievers for the breakthrough and brave move! ). Back to the laptop eh.. subyek ... whatever it is, saya tidak menulis karena saya takut suasana pekerjaan saya mempengaruhi tulisan saya. Iya kali ini pekerjaan saya menguras emosi dan logika saya he..he...he... Sebagai seorang "opensource believer" yang dapat kerjaan untuk menyebarkannya di kalangan pendidikan dasar dan menengah ternyata membuat saya hampir putus asa. Hanya kesadaran bahwa apa yang saya lakukan ini mungk...

Proyek Penerjemahan Dokumentasi openSUSE

Mengingat pengguna openSUSE di Indonesia yang semakin lama semakin banyak jumlahnya, Andi Sugandi, Ketua openSUSE-Indonesia, dan saya terlibat dalam suatu diskusi kecil melalui email dan twitter untuk coba mengangkat kemungkinan menterjemahkan dokumentasi openSUSE ke dalam Bahasa Indonesia. Secara infrastruktur pihak openSUSE, melalui Frank Sundermeyer sebagai dokumenter openSUSE juga sudah menyediakan fasilitas svn untuk proyek ini dalam server svn mereka. Tentu saja saya membutukan banyak bantuan dan kontribusi dari rekan-reakan sekalian. Jadi sekiranya anda menguasai Bahasa Inggris setidaknya pasif, ada keinginan untuk berkontribusi, punya waktu, dan komitmen memajukan openSUSE di Indonesia, maka anda bisa bergabung ke dalam tim ini. Mengenai hal teknis, bagaimana cara penerjemahannya, bagaimana pembagian kerjanya, tools apa yang dipakai nanti akan kita jelaskan melalui online meeting melalui IRC dan tulisan di blog setelah ada rekan-rekan yang tertarik terlibat. Anda tidak perlu ...

Bandwidth Shaper Script di openSUSE

# Tulisan ini digunakan sebagai bahan dasar saja untuk memahami # Dibuat sudah lama sekali dan mungkin ada yang deprecated # Use at your own risk Seorang rekan menanyakan kenapa mengkonfigurasi openSuSE koq susah sekali. Katanya untuk ngejalanin script sederhana membuat default route aja musti ngebuat script yang njlimet. He…he..he…. Dia bilang kalau di RedHat dan turunannya seperti Fedora dan Centos khan ada rc.local, terus kalau di openSUSE padanannya apa? OK. Sebetulnya masalah ini sudah pernah saya bahas diblog saya yang dulu dan dibeberapa email saya tapi tak mengapa saya ulang lagi di sini dan saya tambahkan beberapa hal yang saya anggap relevan karena kebetulan ada juga yang nanya tentang load balancing trafik internet ke dua gateway dan implementasi htb (hierarchical tocken bucket) untuk traffic shaping. Jadi saya akan menjelaskan implementasi load balancing, traffic shaping dan rc.local di openSuSE sekaligus, mumpung lagi ada kesempatan nulis. LOAD BALANCING TRAF...

Traffic Shaping - Bagian 3

Bagian ini adalah bagian terakhir dari penjelasan traffic shaping. Kita akan mendiskusikan sedikit mengenai ingress qdisc. Traffic shaping yang kita bicarakan pada dua tulisan sebelumnya merupakan implementasi egress qdisc, dimana kita men-shape traffic yang meninggalkan eth1 (trafik upload). Untuk trafik yang menuju eth1 (trafik incoming) kita menerapkan ingress qdisc (lihat diagram dari jengelh untuk mendapatkan gambaran mengenai ingress dan egress). Untuk trafik incoming kita tidak dapat melakukan shaping, tetapi yang kita lakukan adalah membuat policy, implementasi di tc adalah police. Yang akan kita lakukan adalah membuat policy untuk melambatkan trafik yang masuk agar tidak terjadi kongesti di server kita. Perhatikan bagian: # attach ingress policer; # ngelambatin download sedikit tc qdisc add dev eth1 handle ffff: ingress # lambatin semua paket yang datang terlalu cepat tc filter add dev eth1 parent ffff: protocol ip prio 50 u32 match ip src \ 0.0.0.0/0 pol...

Traffic Shaping - Bagian 2

Pada bagian ini kita akan mendiskusikan bagaimana mengklasifikasikan paket dan kemudian melakukan penandaan paket (packet marking) berdasarkan TOS field paket di linux kernel. Jadi kita akan menyerahkan klasifikasi paket untuk dilakukan oleh iptables selanjutnya HTB akan melakukan queueing berdasarkan penandaan oleh iptables. Secara singkat TOS (Type of Service, kudu dimengerti oleh pengguna linux yang berminat pada networking dan Quality of Service) merupakan bagian dari paket yang menentukan prioritas dari paket. TOS terdiri dari 8 bit (octet), bit 0, 1, 2 adalah precedence, bit 3, 4, 5, 6 adalah TOS, dan bit 7 adalah bit MBZ (Must Be Zero). Secara default nilai dari TOS bits adalah sebagai berikut: 1000 (binary)      8 (decimal)       Minimize delay (md) 0100 (binary)      4 (decimal)       Maximize throughput (mt) 0010 (binary)      2 (decimal)  ...